Sejak trans7 menayangkan program mancing mania nya, para penghobi sport fishing seakan menjamur di pelosok negeri, tak terkecuali kampung halaman ku Pulau Belitong.
saya pun demikian, begitu menggilai hoby ini, beberapa pulau yang mengelilingi kampung halamanku ku coba selusuri, mencari keberadaan sang Predator Laut "Mamong" atau Giant Travelly (Caranx ignobilis) nama kerennya, penyelusuranku pun membuahkan hasil yang mengagumkan, di beberapa spot berhasil landed ikan ikan GT dengan size yang luar biasa 20 hingga 40 kg an.
ternyata kegilaan ini tidak hanya terjadi kepada diriku sendiri, beberapa teman juga turut terjangkiti racun yang menantang mereka untuk memacu adrenalinnya.
beberapa spot potensial telah kami jelajahi bersama team BelFiC (Belitung Fishing Comunnity), baik itu di wilayah Belitung maupun Belitung Timur seperti Pulau Lima, Pulau Seliu, Pulau Lengkuas, Pulau Gresik, Pulau Kalang Bau, Langer, Pulau Lengkuas dan batu cepar cepor (sebutan untuk batu mandi) kurang dari 2 mil di utara kawasan wisata Tanjung Kelayang, pulau Bakau, Sekunyit,
Belitung begitu menggoda, sang predatornya tidak kalah dengan Raja Empat, Lombok dan daerah lainnya.
Banyak cerita suka bersama sahabat, seperti trip satu tahun lalu, bersama Novero Aditya, Mas Yudi, Yudi AB, Firman, dan Hanafi. berawal dari chat di FB dan BBM becerita tentang kondisi lautan dan hasil tangkapan nelayan kampungku, kami pun akhirnya merencanakan trip singkat untuk menjajal spot pulau Bakau Belitung Timur.
sekitar pukul 4.00 wib subuh kami melakukan perjalanan dengan menggunakan perahu motor berkapasitas 3 GT di tenaga oleh mesin diesel made in China "Dong Feng" 24 PK dengan kecepatan jelajah 6-7 mil laut perjam, untuk mencapai pulau Bakau di perlukan sekitar 3 jam, hal ini dimanfaatkan teman-teman untuk melanjutkan tidurnya, maklum...malam itu semuanya hampir tak memejamkan matanya, asik bercerita, bahkan asik berhayal serangan monster GT yang bertubi-tubi, di luar sepengetahuan teman teman saya sibuk sendiri menyiapkan alat tempur agar siap tempur, benar saja, disaat matahari terbit terlihat segerombol ikan kuwe sedang mengejar ikan ikan kecil, kesempatan ini tidak saya sia-siakan, alhasil pembuka strike pagi itu adalah se ekor Kuwe dengan size 3 kg an yang menggemparkan seluruh penumpang kapal, ya dengan lantang saya berteriak striiiiikeeeee......ketika sang kuwe menangkap telak popper yang saya lemparkan.
strike demi strike terus berlanjut, di ikuti oleh Yudi AB dengan jeng riri nya (sebutan untuk ikan tenggiri) dan di tutup dengan mas Yudi Hampala Jogja Angler yang hampir pinsan saat fight dengan mbah GTnya, luas biasa, kenangan ini begitu berkesan.....
semoga saja spot spot dengan terumbu karang yang masih bagus tetap terus terjaga hingga anak cucu nanti,
Belitongku....love you
![]() |
| walau ngos-ngosan, landed juga sang monsternya |
![]() |
| Hanafi Van Navoi dan GT |
![]() |
| Yudi AB dan GT |
![]() |
| Novero Aditya dan GT |






Tidak ada komentar:
Posting Komentar